Kamis, 14 Agustus 2025

Apa itu Rojali, Rohana & Rohana? Serta Pengaruhnya terhadap kehidupan industri Perekonomian Masyarakat

Kota Banjar - Di tengah penurunan angka kemiskinan ala pemerintah, muncul fenomena Rojali & Rohana, alias Rombongan Jarang Beli dan Rombongan Hanya Nanya. Dua kelompok ini merujuk pada perilaku masyarakat di pusat perbelanjaan, yang lebih sering cuci mata dibandingkan belanja.


Lantas, siapa itu Rojali? Rojali adalah singkatan dari 'Rombongan Jarang Beli'. Mereka biasanya datang ke pusat perbelanjaan dalam grup besar-bareng teman, keluarga, atau rombongan konten kreator.

"Kaum Rojali" adalah istilah yang merujuk pada fenomena rombongan orang yang jarang membeli di pusat perbelanjaan. Istilah ini merupakan singkatan dari "Rombongan Jarang Beli". Mereka datang ke mall atau pusat perbelanjaan, seringkali dalam kelompok besar, tetapi hanya sekadar berjalan-jalan, melihat-lihat, berfoto, menikmati fasilitas, tanpa melakukan banyak atau tidak ada transaksi pembelian. 



Rojali dan rohana juga merupakan akronim. rojali disebut akronim dari rombongan jarang beli. Sementara itu, kepanjangan dari rohana adalah (Rombongan hanya nanya). Keduanya merujuk pada perilaku konsumen yang mengunjungi mall atau pusat perbelanjaan.

Rojali sebagai fenomena : 

Istilah "Rojali" muncul sebagai tanggapan terhadap perilaku sebagian masyarakat yang mengunjungi pusat perbelanjaan tidak untuk berbelanja, melainkan untuk mencari hiburan atau sekadar bersosialisasi. 

Dampak bagi pusat perbelanjaan:

Fenomena ini menjadi perhatian bagi pengelola pusat perbelanjaan karena meskipun kunjungan meningkat, tingkat transaksi pembelian bisa jadi tidak sebanding. 

Penyebab:

Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab munculnya fenomena Rojali adalah:

• Perubahan perilaku konsumen: 

Masyarakat kini mencari pengalaman dan interaksi sosial di luar rumah, menjadikan mal sebagai tempat rekreasi. 

• Kondisi ekonomi: Daya beli masyarakat yang mungkin belum pulih, membuat mereka lebih selektif dalam berbelanja. 

Rohana:

Terkadang, istilah "Rohana" (Rombongan Hanya Tanya) juga digunakan untuk menggambarkan kelompok pengunjung yang hanya bertanya-tanya tentang produk, tetapi tidak jadi membeli. 


Dampak terhadap ekonomi:

• Fenomena Rojali dan Rohana, jika dilihat secara luas, dapat menjadi indikasi adanya perubahan dalam pola konsumsi masyarakat dan potensi penurunan daya beli. 


Sedangkan Robeli  (Rombongan Benar-Benar Beli). Mereka bukan figur publik atau karakter sinetron, melainkan personifikasi fenomena konsumsi masyarakat yang lebih suka jalan-jalan ke mal daripada gesek kartu. Bukan karena tak suka belanja, tetapi karena kantong sedang berdialog serius dengan isi dompet yang ada.